Kamis, 23 April 2015

STUDI DAN KAJI WAWASAN BIOLOGI DALAM APLIKASI TEKNIK INSTRUMENTASI



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kuliah merupakan salah satu cara untuk menjalankan perintah Allah yang berupa kewajiban mencari ilmu. Mencari ilmu dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun berada. Begitu juga kuliah, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang dalam melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) beberapa waktu lalu yang dilaksanakan  di luar kelas. Seperti yang telah didasarkan pada ayat Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 82
اَفَلاَ يَتَدَبَّرُوْنَ اْلقُرْاَن وَلَوْكَانَ مِنْ عِنْدِىْ غَيْرِالله لَوَجَدُوْافِيْهِ اخْتِلاَفاً كَثِيْرًا ‌
Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Quran? Sekiranya (Al-Quran) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya”.
Ayat tersebut di atas berusaha mengatakan kepada manusia bahwa manusia dianjurkan untuk menghayati dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an serta mendalaminya. Beberapa tempat yang didatangi untuk melaksanakan kegiatan tersebut, antara lain PT. Jamu Air Mancur, Desa Terpadu Samiran Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, dan Laboratorium Universitas Negeri Semarang
PT. Jamu Air Mancur merupakan industri yang mengolah tanaman berkhasiat obat menjadi produk jamu obat dalam, obat luar, minuman kesehatan, kosmetik. PT. Jamu Air Mancur yang dahulu merupakan industri rumah tangga seiring dengan perkembangan zaman kemudian berkembang menjadi perusahaan besar yang menghasilkan produk. Desa Samiran merupakan salah satu desa yang diunggulkan menjadi sebuah desa wisata alam. Di semua tempat, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam dan kesejukan udara pegunungan. Berbagai obyek wisata pun dapat dikujungi dengan mudah dan tanpa biaya masuk. Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) adalah perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk melaksanakan pendidikan akademik dan professional dalam jumlah disiplin ilmu, teknologi, olah raga, seni dan budaya. UNNES telah berdiri sejak tahun 1965 di kota Semarang.

1.2   Rumusan Masalah
Laporan ini memiliki rumusan masalah yang dipaparkan sebagai berikut.
1)      Bagaimana hasil dari kunjungan KKL 2015?
2)  Bagaimana deskripsi dari usaha-usaha dalam biologi yang dihasilkan oleh beberapa daerah kunjungan KKL?
3)    Apa saja kelebihan dan kekurangan berdasarkan dari beberapa daerah kunjungan KKL?
1.3  Tujuan 
Tujuan dalam laporan ini dipaparkan sebagai berikut.
(    1)   Untuk memaparkan hasil kunjungan KKL.
(   2)   Untuk mendeskripsikan usaha-usaha dalam bidang biologi yang dihasilkan oleh beberapa daerah kunjungan KKL.
(    3)   Untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan berdasarkan dari beberapa daerah kunjungan KKL.

1.4  Manfaat
Manfaat dalam laporan ini dipaparkan sebagai berikut.
     1)     Meningkatkan pengetahuan ilmu dari lingkup luar.
     2)  Dapat mengaplikasikan beberapa teori dari teknik instrumentasi.  
     3)   Mengembangkan suatu pemikiran secara luas dengan menambah wawasan ilmu dari KKL.
     4)  Dapat mengintegrasikan ayat Al-Qur'an.
1.5    Lokasi dan Waktu
Kunjungan KKL 2015 bertujuan di beberapa lokasi antara lain PT. Jamu Air Mancur Jalan Raya Solo-Sragen Km.7 Palur Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, Desa Terpadu Samiran Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali dan Universitas Negeri Semarang yang dilaksanakan mulai tanggal 8-11 April 2015 hari Rabu-Sabtu.
BAB II
HASIL KULIAH KERJA LAPANGAN

2.1 PT. Air Mancur
Waktu
Jenis kegiatan
Hasil
Kamis, 9 April 2014 pukul 08.00-12.00
Mengunjungi PT. Air Mancur
1.      Mengetahui sejarah dari PT Air Mancur dimana perusahaan tersebut didirikan oleh tuga sahabat.
2.      Mengetahui cikal bakal terbentuknya PT Air Mancur yang dulunya hanya produk Home Industri.
3.      Mengetahui management pemasaran dari PT Air Mancur.
4.      Mengetahui produk-produk yang dihasilkan PT. Air Mancur. Produk tersebut antara lain:
a.       Madu Rasa
b.      Sehat Anak
c.       Orangin
d.      Bersalin Lengkap Mustika Ayu
e.       Jamu Pegal Linu
f.       Bedak Harum Sari
g.      Minyak Urut
h.      Minyak Telon
i.        Krim Kocok
j.        Jamu Galian Singset
k.      Jamu Putri Ayu
l.        Jamu Sehat Pria
m.    Jamu Bersalin Bentuk serbuk
n.      Jamu Bersalin Bentuk serbuk
5.      Mengetahui pengolahan limbah dari produksi pengolahan jamu PT Air Mancur.
2.2 Desa Wisata Samiran
Waktu
Jenis kegiatan
Hasil
Kamis, 9 April 2014 pukul 04.00 sampai Jum’at 10 April 2015 pukul 10.00
Mengunjungi Desa wisata Samiran
1.      Mengetahui Kenampakan alam Desa Samiran yang dipit oleh gunung Merbabu dan gunung Merapi.
2.      Megetahui potensi Desa Samiran sebagai salah satu desa wisata terbaik diindonesia.
3.      Mengetahui paket-paket wisata yang ada didesa Samiran, antara lain: paket wisata peras susu, petik sayur, haking merbabu merapi, pagelaran tari, produk-produk khas Desa Samiran.
4.      Produk-produk dari Desa Samiran yang ada dalam bidang Biologi antara lain pengolahan:
a.       Susu Sapi Perah
b.      Krupuk susu
c.       Stik Susu
d.      Es Susu
e.       Stik Brokoli
f.       Stik Bit
g.      Stik Golden Mama
h.      Dodol Susu
i.        Stik Adas
j.        Krupuk sawi jepang
     Dimana produk-produk yang ada memanfaatkan sayuran yang jarang dikonsumsi oleh banyak orang sehingga setiap orang yang mengonsumsi produk yang ada dapat mengambil nutrisi dan kandungan gizi dari bahan yang diolah.

2.3 Laboratorium UNNES
waktu
Jenis kegiatan
Hasil
Jum’at, 10 April 2015 pukul 13.00-16.00
Mengunjungi Universitas Negeri Semarang
1.      Mengetahui Kondisi Laboratorium UNNES beserta staf-stafnya.
2.      Mengetahui Laboratorium dan alat-lat  yang ada diunnes. Laboratorium beserta alat-alat itu antara lain:
a.        Biokimia: spektrofotometer, sentrifuge, oven, ph meter, lemari asam, lemari penyimpan alat
b.      Mikrobiologi: Autoclave, Hot plate, Oven, Inkubator, Watherbath, timbangan digital, ph meter dan Laminar Air Flow.
c.       Fisiologi Tumuhan: alat-alat press, alat-alat gelas, sentrifuge
d.      Anatomi dan Jarinagan: Alat-alat yang ada sama denagn alat di laboratorium anatomi dan jaringan UIN Malang
e.       Biologi Molekuler: Alat-alat yang ada sama denagn alat di laboratorium Biomolekuler UIN Malang
f.       Mikroteknik: tissue processor, mikrotom, stener.
g.      Kultur Jaringan
h.      Fisiologi Hewan
i.        Ekologi
j.        Morfologi Taksonomi Tumbuhan
k.      Taksonomi Hewan
l.        Genetika
m.    Reserch
3.      Mengetahui perbandingan antara laboratorium di UIN Malang dan laboratorium di UNNES.
4.      Cara belajar-mengajar di laboratorium UNNES.
5.      Mengetahui koleksi yang sudah dihasilkan oleh laboratorium UNNES.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Hasil Kunjungan KKL
3.1.1 PT. Air Mancur
3.1.1.1 Sejarah
               PT Air mancur merupakan perusahaan jamu yang sangat kompeten terhadap mutu dan keamanan produk yang dihasilkan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Perusahaan  Jamu Air Mancur pertama kali didirikan  pada tanggal 23 Maret 1963  oleh  pelopor  yaitu Bpk. Imun Ongko Sanjoyo sebagai spesialis proses produksi, Bpk. Rudi Hendro Tanodjo sebagai spesialis meramu resep, dan Bpk. L Wono Santosa sebagai marketing atau bagian pemasaran. Awalnya Pabrik jamu ini adalah sebuah Home Indusry yang letaknya didepan UNS atau Kentingan tepatnya di kampung Pucang Sawit, Surakarta  dengan karyawan 11 orang. Setelah 9 bulan tepatnya tanggal 23 Desember 1963 akhirnya Pabrik jamu yang awalnya adalah home industry itu berubah menjadi PT (Perseroan Terbatas), sebagai tempat usahanya mereka menyewa pabrik di Wonongiri tepatnya di Jalan Seng. Pekerjaan pada saat itu masih dilakukan dengan cara manual. Ketiga tokoh tersebut  bekerja dengan ulet sehingga mampu membeli sebuah mesin giling untuk produksinya.

Pada tanggal 1 januari  1964 segala pusat usaha  di Surakarta  dipindahkan ke Wonogiri. Usaha yang dilakukanpun tidak seterusnya berjalan dengan lancer. Banyak kendala yan dihadapi, diantarnya terjadi kelumpuhan produksi karena tidak adanya bahan dan modal pada tahun 1966. Berawal sebagai bisnis obat herbal (jamu), sejak tahun 1996 Perseroan telah melakukan diversifikasi ke makanan kesehatan dan industri kosmetik dengan mempertahankan bahan herbal dan alami sebagai kekuatan inti. Untuk mendukung kualitas tinggi standar keselamatan yang Jamu, Makanan Kesehatan dan tanaman Kosmetika telah dilengkapi dengan sejumlah laboratorium, yaitu Laboratorium Farmakologi, pharmacognosy dan fitokimia, Mikrobiologi Analisis dan Fabrikasi.
      Sejak tahun 1970-an Perusahaan telah mengekspor produknya ke berbagai negara termasuk Malaysia, Singapura, Brunei Darusallam dan Taiwan. Saat ini Perusah\aan sedang memperluas pasar ke Asia dan negara-negara Timur Tengah sejalan dengan tren dunia, Perseroan telah aktif mengembangkan produk baru & inovatif dalam suplemen herbal, kesehatan makanan & minuman, kosmetik & mandi sebuah produk juga herbal kesehatan .
Hal ini tidak berangsur lama karena pada tahun 1971 perusahaan mampu membeli lahan untuk dibangun pabrik di desa Salak, Wonogiri. Pada tahun 1973 dimulailah perlusan pabrik di Desa Tegal Rejo, Bagen, Jaten, palur kabupaten Karanganyar Jumlah tenaga kerja terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sehingga pada tahun 1973 telah mencapai sekitar 1000 karyawan. Pada tahun ini mulai dibangun pabrik lagi di Palur tepatnya di Dusun Tegalharjo, kelurahan Dagen Kecamatan Jaten Karanganyar, karena keperluan ruangan kerja yang mendesak maka pada tanggal 24 Februari 1974 L.W. Santoso segera meresmikan pabrik di Karanganyar itu walaupun sebenarnya pembangunannya belum selesai seluruhnya. Pada perkembangan selanjutnya dibangun lagi pabrik baru pada tahun 1976 di Desa Jajar, Kleco dalam Kota Surakarta. Peresmian pabrik baru di Kleco yang disediakan untuk kegiatan logistik dan laboratorium penelitian dan pengembangan ini dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tanggal 10 Desember 1976. pada tahun 1978 di bangun lagi pabrik baru di Desa Giriwono, kira-kira 4 km dari arah Wonogiri kota ke arah Solo.
Tahun  ke tahun PT. Air Mancur terus mengalami kemajuan yang cukup berarti, pada tahun 1995 dibangun lagi perusahaan di Jetis khusus untuk memproduksi kosmetika. Namun PT. Air Mancur bukan berarti tanpa masalah, karena pada tahun 1997 mendapat musibah dimana salah satu bagian dari pabrik yang terletak di Palur yaitu bagian pengemasan mengalami kebakaran sehingga untuk proses pengemasan di pindahkan ketempat terdekat dengan Unit Palur yaitu Celep yang terletak ± 400 m dari Unit Palur. Semua produk yang telah lulus standar kualitas tertentu dan bersertifikat dijual bebas di dalam wilayah Indonesia oleh Food Indonesia Pengawasan Obat dan Otoritas (Badan POM). Sertifikasi untuk ekspor oleh otoritas yang sama akan disusun berdasarkan kebutuhan negara. Sejak tahun 2001 Plant Jamu telah disertifikasi ISO:2001 dan saat tanaman lainnya yang mengadopsi standar kualitas yang sama. Untuk Memenuhi kebutuhan konsumen umat Islam, Perusahaan juga memperoleh Sertifikat HALAL dari Indonesia.
   Visi
                     Untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia dalam produk-produk kesehatan alami.
Misi
1.  Untuk menghasilkan obat-obatan herbal, minuman kesehatan, kosmetik dan suplemen makanan dengan inovasi dalam bahan-bahan alami, nilai tambah tinggi dan manfaat kesehatan kepada masyarakat.
2. Untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tinggi melalui nilai dari produk-produk berkualitas.
3.   Untuk memenuhi Stakeholder melalui pertunjukan perdana di atas rata-rata  industri, selanjutnya meningkatkan pangsa pasar di kategori produk masing-masing.Untuk mempertahankan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di atas rata-rata
  4. Untuk membangun sumber daya manusia yang handal dan kompeten dalam fungsi masing-masing.
3.1.1.2  Struktur Organisasi
           Manajemen PT. Jamu Air Mancur yang berhubungan dengan aktivitas langsung dengan aktifitas produksi di Unit Produksi Palur dibagi menjadi beberapa departemen yang bertangung jawab kepada masing-masing General Manager (GM). Berikut ini adalah bagian dari masing-masing pembagian beserta dengan tugasnya:
1. Departemen Plan Manager memiliki fungsi sebagai berikut:
1.      Merencanakan, mengarahkan dan mengevaluasi seluruh proses   produksi sesuai target  .
2.      Menyusun dan melaksanakan rencana mingguan berdasar surat perintah mingguan.
3.      Mengatur kebutuhan karyawan seperti makan siang, poliklinik, dan pengajian.
2. Departemen Quality Control
        Departemen Quality Control (QC) merupakan departemen yang akan mengontrol kualitas produk di PT. Air Mancur. Dan bertanggung jawab terhadap mutu produk yang dihasilkan, departemen ini juga merangkap sebagai penanggung jawab atas sanitasi perusahaan, pemberian nomor batch, melaksanakan pemeriksaan bahan baku jamu dan bahan bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis, dan lain sebagainya.
3. Departemen Technical yang Bertanggung jawab dalam hal perawatan mesin dan memperbaikijika ada kerusakan.
4. Departemen SSH ( Safety, Sanitasi, Hygene) untuk  Membentuk gugus keselamatan kerja di seluruh Unit PT. Jamu Air Mancur dan  Mengkoordinir pemeriksaan air produksi bekerjasama dengan QC dan PDAM, pemeliharaan fasilitas MCK. Dan Menangani sanitasi Pabrik.
5. Departemen Treasury untuk  Mengarahkan dan mengawasi proses pengolahan seluruh keuangan berkaitan dengan kebutuhan perusahaan dan Melaksanakan pembayaran hutang piutang perusahaan, penggajian, dan penydiaan kas beku untuk tiap unit. Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan berkaitan dari agen dan distributor, meliputi data-data tagihan dan surat-surat pembekuan.
6. Departemen Accounting  merencanakan, mengarahkan dan mengawasi seluruh administrasi pembekuan perusahaan dan distributor, melaksanakan pengolahan administrasi dan perhitungan pajak dan perusahaan. Serta Menyiapkan faktur pajak standar untuk agen jamu.
7. Departemen Purchasing untuk merencanakan dan mengawasi semua proses pengadaan bahan, kebutuhan perusahaan meliputi bahan produksi dan non produksi, Pengadaan Etiket dan Non Produksi, serta Pengadaan bahan Simplisia dan Farmasi.
8. Departemen Product Supply Operation (PSO) untuk melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan penyimpangan bahan baku dan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan Etiket.
9.  Departemen Informasi dan teknologi untuk
1.        Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi proses teknologi    informasi di seluruh PT. Jamu Air Mancur.
2.        Mengkoordinir dan mengendalikan pemakaian, pemeliharaan perbaikan hardware dan software.
3.        Melaksanakan perawatan dan perbaikan program pengggajian pada SDM di seluruh Unit/lokasi.
4.        Perawatan seluruh program data resep jamu dan semua produk PT. Jamu Air Mancur. (PT. Jamu Air Mancur, 1999:5-7)
3.1.2  Desa Wisata Samiran
 3.1.2.1 Sejarah
Desa Samiran adalah salah satu desa yang diunggulkan menjadi sebuah desa wisata alam. Di semua tempat, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam dan kesejukan udara pegunungan. Berbagai obyek wisata pun dapat dikujungi dengan mudah dan tanpa biaya masuk. Oleh-oleh untuk dibawa pulang pun beraneka ragam, mulai dari makanan khas sampai souvenir berupa pernak-pernik kerajinan tangan. Suhu udaranya rata-rata 17º C - 20ºC.
Desa Samiran berada di bawah administrasi Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Letaknya berada di tengah-tengah Kecamatan Selo karena desa ini merupakan ibukotanya.
Batas-batas Desa Samiran:
Utara        : Gunung Merapi
Timur        : Desa Selo
Selatan     : Gunung Merbabu dan Desa Senden
Barat        : Desa Lencoh
   Kecamatan Selo adalah salah satu kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Merapi dengan jumlah desa yang berbatasan langsung dengan kawasan berjumlah 7 desa dari dari 10 desa yang ada di kecamatan Selo. Desa-desa tersebut adalah Desa Jrakah, Lencoh, Samiran, Selo, Tarubatang, dan Desa Jeruk. Sedangkan desa yang tidak berbatasan langsung dengan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu diantaranya Desa Tlogo Lele, Desa Suroteleng, dan Desa Klakah. Menurut masyarakat Jawa, karena daerah ini diapit oleh dua gunung yang dikonotasikan membentuk celah-celah (orang Jawa menyebut selo) sehingga daerah ini dikenal dengan nama selo.
3.1.2.2 Struktur
Terdapat struktur organisasi pada kabupaten Boyolali sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor Tahun 2011 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Boyolali Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
1. Kepala.
2. Sekretariat terdiri dari :
a.         Sub bagian Umum dan Kepegawaian.
b.        Sub bagian Keuangan.
c.         Sub bagian Perencanaan dan Pelaporan.
3. Bidang Kebudayaan terdiri dari :
a.   Seksi Kesenian, Bahasa, dan Film.
b.   Seksi Sejarah, Nilai Budaya, dan Kepurbakalaan.
4. Bidang Pemasaran Pariwisata terdiri dari:
a.   Seksi Promosi dan Kemitraan Pariwisata.
b.   Seksi Sumber Daya Pariwisata.
5. Bidang Pengembangan Pariwisata terdiri dari:
a.   Seksi Sarana Prasarana Obyek Wisata.
b.   Seksi Pengelolaan Usaha Pariwisata.
6. Kelompok Jabatan Fungsional.
7. UPTD.
     Adapun perincian organisasi pada desa Samiran sebagai berikut:
1. Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa Samiran diketuai oleh Siti Aisyah, S.E. yang beranggotakan 54 orang. Tiap anggota atau koordinat terdapat penanggung jawab masing-masing yang terdiri dari penanggung jawab sayuran, makanan, dan pemeliharaan tanaman. Nama pekerja yang dapat diketahui diantaranya adalah Ibu Sri lestari dan Ibu Ismi.
2. Kelompok wanita Samiran Asli, terdapat di desa samiran. Jumlah pekerja sebanyak 25 orang, akan tetapi yang masih aktif sekarang tinggal 8 orang. Nama pekerja yang dapat diketahui adalah Ibu Tukinem.
3. Usaha susu sapi. Terdapat di Desa Mekarsari.
3.1.3 Universitas Negeri Semarang
3.1.3.1 Sejarah
                   Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) adalah perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk melaksanakan pendidikan akademik dan professional dalam jumlah disiplin ilmu, teknologi, olah raga, seni dan budaya. UNNES telah berdiri sejak tahun 1965 di Kota Semarang.
               Sejarah perkembangan Universitas Negeri Semarang yang sebelumnya bernama IKIP Semarang telah dimulai dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan guru di atas SMTA. Lembaga-lembaga pendidikan guru tersebut adalah: Middelbaar Onderwijzer A Cursus (MO-A) dan Middelbaar Onderwijzer B Cursus (MO-B). Keduanya merupakan lembaga pendidikan yang disiapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda yang bertujuan untuk menyiapkan guru-guru SMTP dan SMTA. Kursus MO-A dan MO-B diselenggarakan di Semarang sampai dengan tahun 1950. Dengan Peraturan Pemerintah No. 41/1950, Kursus MO-A dijadikan Kursus B-I dan Kursus MO-B dijadikan Kursus B-II yang diselenggarakan sampai dengan tahun 1960. Selanjutnya perkembangan UNNES dapat dilihat dari tahapan-tahapan sebagai berikut.
1.      Periode 1960-1963 : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan   (FKIP) dan Sekolah Tinggi Olahraga ( STO ) Tanggal 1 Januari 1961, dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 108487/S tanggal 27 Desember 1960, Kursus B-I dan Kursus B-II diintegrasikan ke dalam Universitas Diponegoro menjadi sebuah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pada tahun 1963, Jurusan Pendidikan Jasmani yang semula bagian dari Kursus B-II dipisah menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO) yang berdiri sendiri di bawah Departemen Olahraga. Perubahan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Olahraga No.23 Tahun 1963 tanggal 19 April 1963.
2.     Periode 1963-1965: Institut keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta cabang Semarang. Sementara FKIP Undip menjalankan program-program di dalam struktur Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP), pada tahun 1962 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Pengajaran (PD & K) didirikan pula lembaga pendidikan guru yang baru, yaitu Instiut Pendidikan Guru (IPG) dengan fungsi dan tujuan yang sama dengan FKIP. Untuk menghindari dualisme dalam pendiidkan guru tingkat pendidikan tinggi, Presiden RI dengan keputusan No. 1/1963 tanggal 3 Januari 1963, menyatukan FKIP dan IPG menjadi IKIP yang setara dengan universitas di dalam lingkungan Departemen PTIP. Atas dasar Keputusan Presiden tersebut, Menteri PTIP mendiirkan IKIP melalui Keputusan Menteri PTIP No. 55 tahun 1963 tanggal 22 Mei 1963. Sebagai tindak lanjutnya diterbitkanlah Keputusan Bersama Menteri PTIP dan Menteri PD&K No. 32 tahun 1964, tanggal 4 Mei 1964 tentang penyatuan FKIP dan IPG di Jakarta, Bandung, Malang dan Yogyakarta ke dalam IKIP. Dengan adanya penggabungan FKIP dan IPG menjadi IKIP, sementara FKIP Undip dan FKIP Undip Cabang Surakarta dinilai belum dapat berdiri sendiri, maka keluarlah Keputusan Menteri PTIP No. 35 Tahun 1964 tanggal 4 Mei 1964 yang menetapkan: FKIP Undip menjadi IKIP Yogyakarta cabang Semarang dan FKIP Undip cabang Surakarta menjadi IKIP Yogyakarta cabang Surakarta.
3.     Periode 1965-1999 : IKIP Semarang
          IKIP Yogyakarta cabang Semarang berkembang dengan pesat. Agar perkembangannya lebih terarah pada masa mendatang, sambil menunggu Keputusan Presiden, Menteri PTIP menerbitkan Keputusan Menteri PTIP No. 40 tahun 1965 tanggal 8 Maret 1965, yang menetapkan IKIP Yogyakarta cabang Semarang menjadi IKIP Semarang yang terdiri dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, dan Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Teknik. Selanjutnya berdirinya IKIP Semarang itu diperkuat dengan Keputusan Presiden.
Melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 042/O/77 tanggal 22 Februari 1977 program pendidikan guru olahraga kembali lagi ke dalam induknya dalam wadah baru yang disebut Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK).
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 52/1982, IKIP Semarang memiliki enam fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.
4.     Periode 1999-2007 : Universitas Negeri Semarang ( UNNES )
        Dengan terbitnya Keputusan presiden Nomer 124 Tahun 1999 tentang perubahan IKIP Semarang, Bandung dan Medan menjadi universitas, IKIP Semarang kemudian bernama Universitas Negeri Semarang yang disingkat UNNES. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 278/O/1999 tentang organisasi dan tata kerja Unnes dan No. 255/O/2000 tengang statuta UNNES, nama-nama fakultas di lingkungan UNNES adalah: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan Program Pascasarjana.
Berdasarkan surat ijin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 1850/D/T/2006, tanggal 6 Juni 2006 dan Surat Keputusan Rektor UNNES nomor 59/O/2006 tanggal 8 Juni 2006, berdirilah Fakultas Ekonomi (Swadaya) yang diresmikan pada tanggal 29 Juni 2006 oleh Rektor Unnes. Berdasarkan surat ijin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. …/D/T/2007, maka dibentuklah Fakultas Hukum UNNES yang diresmikan oleh Rektor UNNES pada tanggal 14 Desember 2007.
Berdirinya dua fakultas baru tersebut, maka saat ini UNNES mengelola delapan fakultas dan satu program pascasarjana. Dari delapan fakultas itu salah satunya Fakultas Matematika dan Ilmu Alam, dalam fakultas Ilmu Alam terdapat Jurusan Biologi. Jurusan biologi Universitas Negeri Semarang terdapat 3 lantai dan 13 Laboratorim diantarnya Laboratorium Biokimia, Mikrobiologi, Fisiologi Tumbuhan, Anatomi dan jaringan, Biomolekuler, Mikroteknik, Kultur jaringan, Fisioligi Hewan, Ekologi, Morfologi Taksonomi Tumbuhan, Taksonomi Hewan, Genetika, dan Lab Riset.

3.2 Deskripsi Usaha-usaha dan Produk dalam bidang Biologi
       3.2.1 PT Air Mancur
                 3.2.1 Produk Yang Dihasilkan
1. OHT ( Jamu, Ekstrak )
       a. Untuk wanita
       b.  Untuk pria
       c.   Untuk pria & wanita
       d.  Untuk obat dalam
       e.  Untuk obat luar
       f.   Untuk anak
2. Kosmetika yaitu produk kosmetik ( bedak, lulur, mangir )
3. Makanan & Minuman yaitu minuman kesehatan ( madu, dll )
4. Jamu bersalin selapan.
5. Herbal alami klinbat.
3.2.2  Perkembangan Bisnis
1.        Pengembangan Obat Tradisional ( Obat  Herbal Terstandar & Fitofarmaka )
2.        Memberikan setiap kantor cabang masing-masing  kepala bagian memiliki perencanaan sendiri.
3.        Pedoman dan standar jaminan mutu (penetapan syarat keamanan, khasiat dan kualitas), serta jaminan halal.
4.        Mengupayakan ketersediaan produk Obat Herbal Terstandar dan keterjangkauan bagi masyarakat.
5.        Memasyarakatkan manfaat terapiotik Obat Tradisianal ( Obat Herbal Terstandar ) bagi konsumen / para pelanggan.
3.2.3 Kriteria dalam Pengembangan
            Pengembangan Produk Air Mancur, kearah yang dibutuhkan oleh konsumen / pasar potensialnya, misalnya :
1.        Produk berupa sediaan yang menarik ( jamu , kapsul, tablet ,pil   efervessen dll ), serta rasanya enak dan tidak terkesan pahit.
2.        Produk harus terstandar dan acceptable.
3.        Develop Good and reliable product especially “extraction base products”
4.        Kecepatan menghasilkan produk baru yang inovatif.
3.2.4 Pusat Produksi PT. Air Mancur
1.     Penelitian Dan Pengembangan (R & D)
        Bagian-bagian: Minuman Kesehatan, Jamu, Ekstrak dan Kosmetik
Fungsi R&D: bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan, dan prosedur pembuatan (pengolahan dan pengemasan batch).
Tugas dan tanggung jawab utama :
1.    Ketersediaan metode riset
2.    Penelitian dan pengembangan produk baru
3.    Meluluskan, menolak, atau proses ulang pelaksanaan percobaan produk baru pada skala pilot plan.
4.    Mengawasi riset apakah sudah sesuai dengan metode risetnya
5.    Menganalisa kegagalan pengembangan produk baru, mendiskusikannya dengan bagian terkait.
6.    Evaluasi dan penetapan standarisasi proses pegolahan dan pengemasan   Laboratorium R&D, terdiri dari:
a)             Lab Kosmetik: tempat research dan pengembangan produk-produk kosmetik skala Lab dan formulasi sedian-sediaan kosmetik baik produk baru atau pengembangan produk existing.
b)             Lab Obat Luar: tempat research dan pengembangan produk-produk Obat Luar skala Lab dan formulasi sedian Obat Luar baik produk baru atau pengembangan produk existing.
c)             Lab Jamu: tempat research dan pengembangan produk-produk Jamu skala Lab dan formulasi sedian-sediaan Jamu baik produk baru atau pengembangan produk existing.
d)            Lab Ekstraksi: tempat research dan pengembangan produk-produk ekstrak baru atau ekstrak existing Skala Lab.
e)             Lab Minkes: tempat research dan pengembangan produk-produk Minuman Kesehatan skala Lab dan formulasi sedian-sediaan Minuman Kesehatan baik produk baru atau pengembangan produk existing.
f)         Lab Central Instrument: Lab tempat pemeriksaan analisis sampel bahan atau produk (kualitatif atau kuantitatif), stabilitas produk baru dan pengembangan.
g)        Lab Farmakologi: Lab pemeriksaan efektivitas produk baru atau produk pengembangan dengan menggunakan sample hewan uji Laboratorium Quality Control terdiri dari:
1.      Laboratorium Farmakognosi                                                                         
                 Pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mutu bahan baku contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang akan dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang ditawarkan dan kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur (SAM). Pemeriksaan menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan rasa dan pemeriksaan makroskopis dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan dapat melihat konsentrasi dalam bahan. Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah distandarisasi, bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan mikroskop bentuk fisik dan konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium Farmakognosi menentukan bahan baku dan bahan setengah jadi secara fisik apakah sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji farmakognosi untuk dilakukan proses produksi jamu.        Tugas lainnya adalah membuat herbarium basah dan kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar baku PT. Air Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari segi botani kultur teknis. Fungsi Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke arah sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.
2.  Labortorium  Fitokimia        
                 Pengawasan bahan baku oleh laboratorium ini yaitu memeriksa kadar zat yang terkandung dalam simplisia secara destruksi, destilasi dan ekstraksi atau sesuai dengan prosedur penetapan sesuai spesifikasi dari masing-masing bahan. Kadar zat yang diperiksa diantaranya adalah kadar tanin, minyak atsiri, minyak lemak, alkaloid, kumarin, kurkumin, dsb. Pemeriksaan kuantitatif untuk bahan baku di laboratorium fitokimia yaitu memastikan kandungan kadar dari simplisia yang sudah distandarisasi sesuai dengan SAM, pemeriksaan di laboratorium ini dilakukan secara reaksi kimia. Pemeriksaan untuk bahan setengan jadi termasuk kontaminasi oleh logam berat, kadar air dan kadar abu. Tugas lain meliputi penentuan berat jenis, rotasi optik, indeks bias, pH zat berkhasiat dari bahan baku serta menetapkan kadar bahan pembantu.
3.    Laboratorium Mikrobiologi
                 Pemeriksaan meliputi : Khasiat bahan baku obat tradisional dan produk (uji sensitivitas), Angka Lempeng Total, Angka Kapang Khamir, Mikroba patogen negatif, Stabilitas produk, Pemeriksaan produk baru untuk pendaftaran ke POM; Penelitian R&D.
4.  Laboratorium Fabrikasi
                 Laboratorium sebagai pusat keluar masuk bahan yang akan diperiksa. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian nomor batch, kode produksi setelah bahan diperiksa sesuai spesifikasi masing-masing di laboratorium pengawasa mutu dan telah ditandai kelolosan uji. Pemeriksaan untuk produk bentuk serbuk yaitu memeriksa derajat kehalusan memakai cara pengayakan mess 120 atau sesuai spesifikasi serbuk yang dianalisa. Memeriksa derajat kehalusan serbuk, sifat serbuk dalam penyeduhan dan serbuk yang berlendir dalam jangka waktu tertentu. Untuk produk dalam bentuk kapsul, tablet, pil, obat luar dalam bentuk padat dilakukan uji waktu hancur, uji kekerasan dan keseragaman bobot. Tugas lainnya antara lain memeriksa dan ikuti mengawasi kandungan zat aktif berkhasiat dalam produk dan menentukan tanggal kadaluarsa untuk uji stabilitas. Yang dilakukan lainnya yaitu stabilitas kemasan, pemeriksaan stabilitas fisik dari produk baru yang akan diproduksi. Laboratorium fabrikasi berfungsi sebagai tempat menyimpan arsip, mencocokkan tiket atau kemasan sesuai SAM (Standar Air Mancur), membuat proses verbal dari arsip laboratorium produk jamu yang akan dimusnahkan.
5.    Laboratoium In Process Control (IPC)
                 Pemeriksaan meliputi: Kebersihan mesin dan peralatan produksi; Menyiapkan bahan anti bakteri untuk pencucian bahan baku, Kontrol temperatur oven dan waktunya. Kebenaran penyimpanan dan penandaan bahan baku yang bersih,  Kebenaran penimbangan bahan, Kebenaran alur proses produksi, Kebenaran proses giling, mixing, dan ayak (jamu serbuk), Kontrol kadar air, Kebenaran granulasi dan ayak, Kebenaran temperatur oven dan waktu, Kebenaran nomor batch, Kebenaran pemasangan nomer batch, Kebenaran filling, Kebenaran sealing kemasan, Keseragaman bobot, Tes kebocoran kemasan, Kebenaran jumlah pengepakan di inner dos, renteng, dan master box.
3.2.2 Desa Wisata Samiran
Beberapa produk yang dihasilkan dari desa Samiran dalam bidang
biologi diantaranya :
1.  Susu sapi perah
2.  Krupuk susu
3.  Stik susu
4.  Es susu
5.  Stik brokoli
6.  Stik golden mama
7.  Dodol susu
8.  Stik adas
9.  Stik buah naga
Beberapa usaha yang dikelola oleh desa Samiran dalam bidang biologi  antara lain:
1.  Perkebunan beberapa tanaman seperti golden mama, adas, brokoli, wortel, buah naga, dsb
2.  Peternakan sapi perah susu
3.  Penjualan beberapa produk yang dihasilkan ke beberapa luar kota.
3.2.3 Universitas Negeri Semarang
         Universitas Negeri Semarang memiliki 13 Laboratorium Biologi yaitu :
1.  Laboratoruim Biokimia
     Laboratorium Biokomia terdapat pada lantai 1, Laboratorium ini tidak hanya digunakan oleh jurusan biologi saja, akan tetapi juga digunakan oleh jurusan kimia. Lab Biokimia mempunyai alat dan bahan yang lengkap diantarnya terdapat alat Spektrofotometer, Sentrifuge, Oven, pH meter, Lemari asam, Lemari penyimpanan alat dan bahan baik yang bersifat berbahaya ataupun tidak, dan Rotary vacuum Evaporator. Laboratorium ini biasanya digunakan untuk kegiatan penelitian mengenai uji kandungan-kandungan zat kimia yang terdapat pada makanan, pembuatan ekstraksi, dan lain-lain yang penelitiannya berkaitan tentang biologi dan kimia.
2.  Laboratorium Mikrobiologi
      Laboratorium mikrobiologi terdapat alat-alat yang digunakan jika melakukan penelitian di lab ini diantaranya Autoclave, alat-alat gelas, Hot plate, Oven Inkubator, Timbangan Analitik, Ph meter, dan Laminar air flow. Laboratorium ini biasanya digunakan untuk penelitian mengenai pengamatan hal-hal yang bersifat mikroskopis, sterilisasi dan lain-lain.
3.  Fisiologi Tumbuhan
        Laboratorium fisiologi tumbuhan biasanya digunakan dalam pembuatan herbarium dan penyimpanan hasil herbarium. Alat dan bahan yang terdapat pada laboratorium ini diantaranya alat-alat gelas, hasil herbarium, alat-alat herbarium, dan sentifuge.
4.  Anatomi dan jaringan
      Laboratorium ini digunakan dalam mempelajari struktur makroskopis dan mikroskopis manusia. Alat yang terdapat pada laboratorium ini diantaranya  mikroskop, dan alat-alat gelas.
5.  Biomolekuler
       Laoratorium ini biasanya digunakan dalam kegiatan pengamatan bersifat molekukuler misalnya gen,DNA, protein dan lain-lain. Alat dan bahan yang terdapat pada laboratorium ini adalah mikroskop
6.  Mikroteknik
      Laboratorium ini digunakan dalam pembuatan preparat dan kegiatan-kegiatan yang memakai alat-alat yang terdapat didalamnya. Alat-alat tersebut adalah  tissue processing, embedding, mikrotom, dan stener.     
7.  Kultur jaringan
      Laboratorium ini biasanya digunakan dalam pembuatan kulturatau pembiakan organisme. alat yang terdapat didalamnya diantaranya Laminar air flow, Oven, autoclave, dan pH meter.
8.  Fisiologi Hewan
 Laboratorium ini digunakan dalam mempelajari fungsi dasar dan mekanisme kerja alat-alat tubuh hewan dalam kondisi normal misalnya jaringan, sel dan lain-lain. Alat-alat yang terdapat dalam lab ini diantarnya mikroskop.  
9.  Ekologi
       Laboratorium yang mengembangkan  studi dan penelitian berkaitan dengan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya hayati darat, pesisir, dan laut serta potensi dalam perubahan lingkungan.
10. Morfologi Taksonomi Tumbuhan
      Laboratorium ini digunakan dalam penelitian mengenai struktur luar serta pengelompokan tumbuhan berdasarkan strukturnya.
11. Taksonomi Hewan
          Laboratorium yang digunakan sebagai penelitian dalam pengelompokan hewan berdasarkan struktur morfologi, anatomi maupun fisiologinya.
12. Genetika
             Laboratorium genetik yang digunakan sebagai penelitian genetik atau pewarisan sifat.
13. Lab Riset
         Laboratorium ini merupakan laboratorium yang baru didirikan dan merupakan laboratorium khusus dalam melakukan penelitian. Dikatakan khusus karena laboratorium ini hanya dilakukan oleh para dosen dan juga mahasiswa dalam penelitian mengenai basa nitrogen, protein dan lain-lain.

3.3 Kelebihan dan Kekurangan Daerah Kunjungan
3.3.1 PT Air Mancur
         3.3.2.1  Kelebihan PT Air Mancur
                                   Kelebihan PT Air Mancur diantaranya:
1.      Memiliki perlengkapan dan peralatan usaha yang modern.
2.      Produk yang dihasilkan memiliki kwalitas yang tinggi sehingga dapat mudah diterima oleh masyarakat.
3.      Memiliki tenaga ahli yang berkompoten di bidang masing-masing dalam produksi jamu PT Air Mancur.
4.      Terdapat uji kadar toxic sehingga hasil dari jamu dapat dipercaya kualitasnya.
5.      Terdapat sistem pembuangan limbah.
3.3.1.2 Kekurangan PT Air Mancur
Kekurangan dari PT Air Mancur tidak diketahui karena dalam kunjungan, mahasiswa tidak diperbolehkan melihat produksi secara  langsung.
3.3.2 Desa Wisata Samiran
3.3.2.1  Kelebihan Desa Wisata Samiran
                    Kelebihan Desa wisata Samiran diantaranya:
1.  Adanya inovasi dan kreativitas dari beberapa warga untuk memanfaatkan sumberdaya lokal yang digunakan sebagai sarana bisnis. Sumberdaya lokal yang digunakan berupa beberapa produk dari perkebunan beberapa tanaman dan peternakan sapi perah.
2.  Dapat menyadarkan masyarakat sekitar khususnya dan pendatang dari luar pada umumnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat yang diolah menjadi berbagai jenis produk.
3.  Dapat memberdayakan warga sekitar untuk lebih mengenal wirausaha sehingga pekerjaan sehari-hari tidak hanya bergantung pada bidang pertanian saja. Khususnya pada kaum wanita yang umumnya dikatakan bahwa selalu bergantung pada laki-laki, namun wanita juga bisa untuk berkontribusi dalam kegiatan wirausaha.
4.  Beberapa dari wilayah daerahnya sangat baik untuk digunakan bercocok tanam karena berdekatan dengan gunung sehingga tanahnya subur.
3.3.2.2 Kekurangan Desa Wisata Samiran
                                 Kekurangan desa Wisata Samiran, diantaranya :
 1. Pengelolaan usaha untuk menghasilkan berbagai produk masih menggunakan alat-alat tradisional dan belum mencukupi kebutuhan sehingga kurang efisien dan belum maksimal.
 2. Usaha yang dilakukan masih menggunakan home industry sehingga kurang terorganisir.
 3. Jauh dari wilayah pusat perkotaan sehingga dalam distribusi produk nya sangat terbatas.
 4. Kendaraan pengiriman produk pesanan untuk luar daerah masih belum terkendali dan kurang memadai .
3.3.3 Universitas Negeri Semarang (UNNES)
                        3.3.3.1 Kelebihan Laboratorium UNNES
Kelebihan laboratorium UNNES, diantaranya :
1.         Tempat luas
2.         Memiliki 13 laboratorium dengan kelengkapan fasilitasnya.
3.         Usaha penjualan herbarium basah maupun kering.
4.         Memiliki beberapa koleksi herbarium.
5.         Memiliki kebun bahan praktikum yang luas.
3.3.3.2  Kekurangan Laboratorium UNNES
Kekurangan laboratorium UNNES, diantaranya :
1.      Kebersihan dan kerapian kurang tertata.
2.      Kemampuan mahasiswanya yang masih minim.
3.      Pencahayaan dan ventilasi udara kurang baik.

 
BAB IV
PENUTUP

4.1  Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
(1)    Hasil KKL yang telah dilakukan di beberapa tempat, meliputi PT Air Mancur yang merupakan perusahaan jamu yang sangat kompeten terhadap mutu dan keamanan produk yang dihasilkan, dan pertama kali didirikan  pada tanggal 23 Maret 1963, kemudian Desa Wisata Samiran boyolali yang merupakan desa wisata yang terletak diantara dua gunung yaitu gunung merapi dan gunung merbabu, dan di Laboratorium UNNES yang memiliki 13 laboratorium sesuai bidangnya.
(2)    Produk-produk yang dihasilkan dalam bidang biologi pada PT Air Mancur diantaranya jamu, madu,  bedak, dan salep. Beberapa produk dari Desa Wisata antara lain Stik, Pangsit, krupuk, dan susu sapi murni. Pada laboratorium UNNES menghasilkan usaha yang berupa pendistribusian hasil herbarium.
(3)    Kelebihan dari beberapa tempat yang dikunjungi pada KKL adalah Kelebihan PT Air Mancur diantaranya: Memiliki perlengkapan dan peralatan usaha yang modern, Produk yang dihasilkan memiliki kwalitas yang tinggi sehingga dapat mudah diterima oleh masyarakat, Memiliki tenaga ahli yang berkompoten di bidang masing-masing dalam produksi jamu PT Air Mancur, Terdapat uji kadar toxic sehingga hasil dari jamu dapat dipercaya kualitasnya, Terdapat sistem pembuangan limbah. Dan Kelebihan Desa wisata Samiran diantaranya Adanya inovasi dan kreativitas dari beberapa warga untuk memanfaatkan sumberdaya lokal yang digunakan sebagai sarana bisnis. Sumberdaya lokal yang digunakan berupa beberapa produk dari perkebunan beberapa tanaman dan peternakan sapi perah, Dapat menyadarkan masyarakat sekitar khususnya dan pendatang dari luar pada umumnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat yang diolah menjadi berbagai jenis produk, Dapat memberdayakan warga sekitar untuk lebih mengenal wirausaha sehingga pekerjaan sehari-hari tidak hanya bergantung pada bidang pertanian saja. Khususnya pada kaum wanita yang umumnya dikatakan bahwa selalu bergantung pada laki-laki, namun wanita juga bisa untuk berkontribusi dalam kegiatan wirausaha, Beberapa dari wilayah daerahnya sangat baik untuk digunakan bercocok tanam karena berdekatan dengan gunung sehingga tanahnya subur. Sedangkan kelebihan dari laboratorium UNNES, diantaranya Tempat luas, Memiliki 13 laboratorium dengan kelengkapan fasilitasnya, Usaha penjualan herbarium basah maupun kering, Memiliki beberapa koleksi herbarium, Memiliki kebun bahan praktikum yang luas.
Kekurangan dari PT Air Mancur tidak diketahui karena dalam kunjungan, mahasiswa tidak diperbolehkan melihat produksi secara  langsung. kemudian Kekurangan desa Wisata Samiran, diantaranya Pengelolaan usaha untuk menghasilkan berbagai produk masih menggunakan alat-alat tradisional dan belum mencukupi kebutuhan sehingga kurang efisien dan belum maksimal, Usaha yang dilakukan masih menggunakan home industry sehingga kurang terorganisir, Jauh dari wilayah pusat perkotaan sehingga dalam distribusi produk nya sangat terbatas, Kendaraan pengiriman produk pesanan untuk luar daerah masih belum terkendali dan kurang memadai. Sedangkan Kekurangan laboratorium UNNES, diantaranya Kebersihan dan kerapian kurang tertata, Kemampuan mahasiswanya yang masih minim, Pencahayaan dan ventilasi udara kurang baik.
4.2  Saran
Kegiatan KKL mahasiswa jurusan biologi perlu dikembangkan lagi untuk kedepannya. Sehingga semakin banyak ilmu yang didapatkan dari lingkup luar maka diharapkan untuk dapat memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh.



LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. PT Airr Mancur
  
                                                             
 Gambar 2. Jamu sehat perempuan             Gambar 3. Jamu bersalin lengkap                                                                         
                  Gambar 4. Jamu kalinbat                 Gambar 5. Sehat dan segar jamu   anak
                                            
Gambar 6. Mustika ayu                    Gambar 7. Jamu tujuh angin
                                                                           Gambar 8. Jamu sakit pinggang            Gambar 9. Jamu param encok
                                                
           Gambar 10. Galian singset                                   Gambar 11. Jamu pilek
                                                               
           Gambar 12. Mustika ayu 1                                 Gambar 13. Jamu napsu makan

                                                     
         Gambar 14. Pram beras kencur                            Gambar 15. Galian Parem
          Gambar 16. Sariawan usus