BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kuliah merupakan salah
satu cara untuk menjalankan perintah Allah yang berupa kewajiban mencari ilmu.
Mencari ilmu dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun berada. Begitu juga
kuliah, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Sains
dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang dalam melaksanakan Kuliah Kerja
Lapangan (KKL) beberapa waktu lalu
yang
dilaksanakan di luar kelas. Seperti yang telah didasarkan pada ayat Al-Qur’an surat
An-Nisa’ ayat 82
اَفَلاَ يَتَدَبَّرُوْنَ اْلقُرْاَن وَلَوْكَانَ مِنْ
عِنْدِىْ غَيْرِالله لَوَجَدُوْافِيْهِ اخْتِلاَفاً كَثِيْرًا
Artinya: “Maka
tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Quran? Sekiranya (Al-Quran) itu bukan
dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya”.
Ayat tersebut di atas berusaha mengatakan kepada manusia bahwa manusia
dianjurkan untuk menghayati dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an serta
mendalaminya. Beberapa tempat yang didatangi untuk melaksanakan kegiatan tersebut, antara
lain PT. Jamu Air Mancur, Desa Terpadu Samiran Kecamatan Selo Kabupaten
Boyolali, dan Laboratorium Universitas Negeri Semarang
PT. Jamu Air Mancur
merupakan industri yang mengolah tanaman
berkhasiat obat menjadi produk jamu obat dalam, obat luar, minuman kesehatan, kosmetik. PT. Jamu
Air Mancur
yang dahulu merupakan
industri rumah tangga seiring dengan perkembangan zaman kemudian berkembang menjadi perusahaan
besar yang menghasilkan produk. Desa Samiran merupakan salah satu desa yang diunggulkan menjadi sebuah desa wisata
alam. Di semua tempat, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam dan
kesejukan udara pegunungan. Berbagai obyek wisata pun dapat dikujungi dengan
mudah dan tanpa biaya masuk. Universitas Negeri
Semarang ( UNNES ) adalah perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh
Departemen Pendidikan Nasional untuk melaksanakan pendidikan akademik dan
professional dalam jumlah disiplin ilmu, teknologi, olah raga, seni dan budaya.
UNNES telah berdiri sejak tahun 1965 di kota Semarang.
1.2 Rumusan Masalah
Laporan
ini memiliki rumusan masalah yang dipaparkan sebagai berikut.
1)
Bagaimana hasil dari
kunjungan KKL 2015?
2) Bagaimana
deskripsi dari usaha-usaha dalam biologi yang dihasilkan oleh beberapa daerah
kunjungan KKL?
3)
Apa saja
kelebihan dan kekurangan berdasarkan dari beberapa daerah kunjungan KKL?
1.3 Tujuan
Tujuan
dalam laporan ini dipaparkan sebagai berikut.
( 1)
Untuk memaparkan
hasil kunjungan KKL.
( 2)
Untuk
mendeskripsikan usaha-usaha dalam bidang biologi yang dihasilkan oleh beberapa
daerah kunjungan KKL.
( 3)
Untuk
menjelaskan kelebihan dan kekurangan berdasarkan dari beberapa daerah kunjungan
KKL.
1.4 Manfaat
Manfaat
dalam laporan ini dipaparkan sebagai berikut.
1) Meningkatkan pengetahuan ilmu dari lingkup luar.
2) Dapat mengaplikasikan beberapa teori dari teknik instrumentasi.
3) Mengembangkan suatu pemikiran secara luas dengan menambah wawasan ilmu dari KKL.
4) Dapat mengintegrasikan ayat Al-Qur'an.
1.5 Lokasi dan Waktu
Kunjungan KKL 2015 bertujuan di
beberapa lokasi antara lain PT. Jamu Air Mancur Jalan Raya Solo-Sragen Km.7 Palur
Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, Desa Terpadu Samiran Kecamatan Selo
Kabupaten Boyolali dan Universitas Negeri Semarang yang dilaksanakan mulai
tanggal 8-11 April 2015 hari Rabu-Sabtu.
BAB
II
HASIL
KULIAH
KERJA LAPANGAN
2.1 PT. Air Mancur
Waktu
|
Jenis kegiatan
|
Hasil
|
Kamis, 9
April 2014 pukul 08.00-12.00
|
Mengunjungi PT. Air Mancur
|
1. Mengetahui sejarah dari PT Air Mancur dimana
perusahaan tersebut didirikan oleh tuga sahabat.
2. Mengetahui cikal bakal terbentuknya PT Air Mancur
yang dulunya hanya produk Home Industri.
3. Mengetahui management pemasaran dari PT Air
Mancur.
4. Mengetahui produk-produk yang dihasilkan PT. Air
Mancur. Produk tersebut antara lain:
a. Madu Rasa
b. Sehat Anak
c. Orangin
d. Bersalin Lengkap Mustika Ayu
e. Jamu Pegal Linu
f. Bedak Harum Sari
g. Minyak Urut
h. Minyak Telon
i.
Krim Kocok
j.
Jamu Galian
Singset
k. Jamu Putri Ayu
l.
Jamu Sehat
Pria
m. Jamu Bersalin Bentuk serbuk
n. Jamu Bersalin Bentuk serbuk
5. Mengetahui pengolahan limbah dari produksi
pengolahan jamu PT Air Mancur.
|
2.2 Desa Wisata Samiran
Waktu
|
Jenis kegiatan
|
Hasil
|
Kamis, 9
April 2014 pukul 04.00 sampai Jum’at 10 April 2015 pukul 10.00
|
Mengunjungi Desa
wisata Samiran
|
1. Mengetahui Kenampakan alam Desa Samiran yang dipit
oleh gunung Merbabu dan gunung Merapi.
2. Megetahui potensi Desa Samiran sebagai salah satu
desa wisata terbaik diindonesia.
3. Mengetahui paket-paket wisata yang ada didesa
Samiran, antara lain: paket wisata peras susu, petik sayur, haking merbabu
merapi, pagelaran tari, produk-produk khas Desa Samiran.
4. Produk-produk dari Desa Samiran yang ada dalam
bidang Biologi antara lain pengolahan:
a. Susu Sapi Perah
b. Krupuk susu
c. Stik Susu
d. Es Susu
e. Stik Brokoli
f. Stik Bit
g. Stik Golden Mama
h. Dodol Susu
i.
Stik Adas
j.
Krupuk sawi
jepang
Dimana produk-produk yang ada
memanfaatkan sayuran yang jarang dikonsumsi oleh banyak orang sehingga setiap
orang yang mengonsumsi produk yang ada dapat mengambil nutrisi dan kandungan
gizi dari bahan yang diolah.
|
2.3 Laboratorium UNNES
waktu
|
Jenis kegiatan
|
Hasil
|
Jum’at,
10 April 2015 pukul 13.00-16.00
|
Mengunjungi Universitas
Negeri Semarang
|
1. Mengetahui Kondisi Laboratorium UNNES beserta
staf-stafnya.
2. Mengetahui Laboratorium dan alat-lat yang ada diunnes. Laboratorium beserta
alat-alat itu antara lain:
a. Biokimia:
spektrofotometer,
sentrifuge, oven, ph meter, lemari asam, lemari penyimpan alat
b. Mikrobiologi: Autoclave, Hot plate, Oven,
Inkubator, Watherbath, timbangan digital, ph meter dan Laminar Air Flow.
c. Fisiologi Tumuhan: alat-alat press, alat-alat
gelas, sentrifuge
d. Anatomi dan Jarinagan: Alat-alat yang ada sama
denagn alat di laboratorium anatomi dan jaringan UIN Malang
e. Biologi Molekuler: Alat-alat yang ada sama denagn
alat di laboratorium Biomolekuler UIN Malang
f. Mikroteknik: tissue processor, mikrotom, stener.
g. Kultur Jaringan
h. Fisiologi Hewan
i.
Ekologi
j.
Morfologi
Taksonomi Tumbuhan
k. Taksonomi Hewan
l.
Genetika
m. Reserch
3. Mengetahui perbandingan antara laboratorium di UIN
Malang dan laboratorium di UNNES.
4. Cara belajar-mengajar di laboratorium UNNES.
5. Mengetahui koleksi yang sudah dihasilkan oleh
laboratorium UNNES.
|
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Hasil Kunjungan KKL
3.1.1 PT. Air Mancur
3.1.1.1 Sejarah
PT
Air mancur merupakan perusahaan jamu yang sangat kompeten terhadap mutu dan keamanan produk
yang dihasilkan,
serta memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Perusahaan Jamu Air Mancur pertama kali didirikan pada tanggal 23 Maret 1963
oleh pelopor yaitu Bpk. Imun Ongko Sanjoyo sebagai spesialis proses produksi, Bpk. Rudi Hendro Tanodjo sebagai spesialis meramu resep, dan Bpk. L Wono Santosa sebagai marketing
atau bagian pemasaran. Awalnya Pabrik jamu ini adalah sebuah Home Indusry yang letaknya didepan UNS atau
Kentingan tepatnya di kampung Pucang
Sawit, Surakarta dengan karyawan 11 orang. Setelah 9 bulan tepatnya tanggal 23 Desember 1963
akhirnya Pabrik jamu yang awalnya adalah home industry itu berubah menjadi PT (Perseroan Terbatas), sebagai tempat
usahanya mereka menyewa pabrik di Wonongiri tepatnya di Jalan Seng. Pekerjaan pada saat itu masih dilakukan dengan cara manual.
Ketiga tokoh tersebut bekerja dengan
ulet sehingga mampu membeli sebuah mesin giling untuk produksinya.
Pada tanggal 1 januari 1964 segala pusat usaha di Surakarta
dipindahkan ke Wonogiri. Usaha yang dilakukanpun tidak seterusnya
berjalan dengan lancer. Banyak kendala yan dihadapi, diantarnya terjadi
kelumpuhan produksi karena tidak adanya bahan dan modal pada tahun 1966. Berawal sebagai
bisnis obat herbal (jamu), sejak tahun 1996 Perseroan telah melakukan
diversifikasi ke makanan kesehatan dan industri kosmetik dengan mempertahankan
bahan herbal dan alami sebagai kekuatan inti. Untuk mendukung kualitas tinggi
standar keselamatan yang Jamu, Makanan Kesehatan dan tanaman Kosmetika telah
dilengkapi dengan sejumlah laboratorium, yaitu Laboratorium Farmakologi,
pharmacognosy dan fitokimia, Mikrobiologi Analisis dan Fabrikasi.
Sejak tahun
1970-an Perusahaan telah mengekspor produknya ke berbagai negara termasuk
Malaysia, Singapura, Brunei Darusallam dan Taiwan. Saat ini Perusah\aan sedang
memperluas pasar ke Asia dan negara-negara Timur Tengah sejalan dengan tren
dunia, Perseroan telah aktif mengembangkan produk baru & inovatif dalam
suplemen herbal, kesehatan makanan & minuman, kosmetik & mandi sebuah
produk juga herbal kesehatan .
Hal ini tidak berangsur lama
karena pada tahun 1971 perusahaan mampu membeli lahan untuk dibangun pabrik
di desa Salak, Wonogiri. Pada tahun 1973 dimulailah perlusan
pabrik di Desa Tegal Rejo, Bagen, Jaten, palur kabupaten Karanganyar Jumlah tenaga kerja terus mengalami peningkatan dari
waktu ke waktu sehingga pada tahun 1973 telah mencapai sekitar 1000 karyawan.
Pada tahun ini mulai dibangun pabrik lagi di Palur tepatnya di Dusun
Tegalharjo, kelurahan Dagen Kecamatan Jaten Karanganyar, karena keperluan
ruangan kerja yang mendesak maka pada tanggal 24 Februari 1974 L.W. Santoso
segera meresmikan pabrik di Karanganyar itu walaupun sebenarnya pembangunannya
belum selesai seluruhnya. Pada perkembangan selanjutnya dibangun lagi pabrik
baru pada tahun 1976 di Desa Jajar, Kleco dalam Kota Surakarta. Peresmian
pabrik baru di Kleco yang disediakan untuk kegiatan logistik dan laboratorium
penelitian dan pengembangan ini dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada
tanggal 10 Desember 1976. pada tahun 1978 di bangun lagi pabrik baru di Desa
Giriwono, kira-kira 4 km dari arah Wonogiri kota ke arah Solo.
Tahun
ke
tahun PT. Air Mancur terus mengalami kemajuan yang cukup
berarti, pada tahun 1995 dibangun lagi perusahaan di Jetis khusus untuk
memproduksi kosmetika. Namun PT. Air Mancur bukan berarti tanpa masalah, karena
pada tahun 1997 mendapat musibah dimana salah satu bagian dari pabrik yang
terletak di Palur yaitu bagian pengemasan mengalami kebakaran sehingga untuk
proses pengemasan di pindahkan ketempat terdekat dengan Unit Palur yaitu Celep
yang terletak ± 400 m dari Unit Palur. Semua produk yang telah lulus standar kualitas tertentu
dan bersertifikat dijual bebas di dalam wilayah Indonesia oleh Food Indonesia
Pengawasan Obat dan Otoritas (Badan POM). Sertifikasi untuk ekspor oleh
otoritas yang sama akan disusun berdasarkan kebutuhan negara. Sejak tahun 2001
Plant Jamu telah disertifikasi ISO:2001 dan saat tanaman lainnya yang mengadopsi standar
kualitas yang sama. Untuk Memenuhi kebutuhan konsumen umat Islam, Perusahaan
juga memperoleh Sertifikat HALAL dari Indonesia.
Visi
“Untuk
menjadi pemimpin pasar di Indonesia dalam produk-produk kesehatan alami.”
Misi
1. Untuk menghasilkan obat-obatan herbal, minuman kesehatan,
kosmetik dan suplemen makanan dengan
inovasi dalam bahan-bahan alami, nilai tambah tinggi dan manfaat kesehatan
kepada masyarakat.
2. Untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tinggi melalui
nilai dari produk-produk berkualitas.
3. Untuk memenuhi Stakeholder
melalui pertunjukan perdana di atas rata-rata industri, selanjutnya meningkatkan pangsa
pasar di kategori produk masing-masing.Untuk mempertahankan pertumbuhan usaha
yang berkelanjutan di atas rata-rata
4. Untuk membangun sumber daya manusia yang handal dan
kompeten dalam fungsi masing-masing.
3.1.1.2 Struktur
Organisasi
Manajemen PT. Jamu Air Mancur yang
berhubungan dengan aktivitas langsung dengan aktifitas produksi di Unit
Produksi Palur dibagi menjadi beberapa departemen yang bertangung jawab kepada
masing-masing General Manager (GM).
Berikut ini adalah bagian dari masing-masing pembagian beserta dengan tugasnya:
1. Departemen Plan
Manager memiliki fungsi sebagai berikut:
1.
Merencanakan, mengarahkan dan mengevaluasi seluruh
proses produksi sesuai target .
2.
Menyusun dan melaksanakan rencana mingguan berdasar surat
perintah mingguan.
3.
Mengatur kebutuhan karyawan seperti makan siang,
poliklinik, dan pengajian.
2. Departemen Quality
Control
Departemen Quality Control (QC) merupakan departemen yang akan mengontrol kualitas
produk di PT. Air Mancur. Dan bertanggung jawab terhadap mutu produk yang
dihasilkan, departemen ini juga merangkap sebagai penanggung jawab atas
sanitasi perusahaan, pemberian nomor batch, melaksanakan pemeriksaan bahan baku jamu dan
bahan bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis, dan lain sebagainya.
3. Departemen Technical yang Bertanggung jawab dalam
hal perawatan mesin dan memperbaikijika ada kerusakan.
4. Departemen SSH (
Safety, Sanitasi, Hygene)
untuk Membentuk
gugus keselamatan kerja di seluruh Unit PT. Jamu Air Mancur dan Mengkoordinir pemeriksaan air produksi bekerjasama
dengan QC dan PDAM, pemeliharaan fasilitas MCK. Dan Menangani sanitasi Pabrik.
5. Departemen Treasury untuk Mengarahkan dan mengawasi proses pengolahan
seluruh keuangan berkaitan dengan kebutuhan perusahaan dan Melaksanakan
pembayaran hutang piutang perusahaan, penggajian, dan penydiaan kas beku untuk
tiap unit. Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan berkaitan dari agen dan
distributor, meliputi data-data tagihan dan surat-surat pembekuan.
6. Departemen Accounting merencanakan,
mengarahkan dan mengawasi seluruh administrasi pembekuan
perusahaan dan distributor, melaksanakan pengolahan administrasi dan
perhitungan pajak dan perusahaan. Serta Menyiapkan faktur pajak standar untuk
agen jamu.
7. Departemen Purchasing untuk merencanakan dan
mengawasi semua proses pengadaan bahan, kebutuhan perusahaan meliputi bahan
produksi dan non produksi, Pengadaan Etiket dan Non Produksi, serta Pengadaan
bahan Simplisia dan Farmasi.
8. Departemen Product Supply Operation
(PSO) untuk melaksanakan kegiatan
yang berhubungan dengan penyimpangan bahan baku dan Bertanggung jawab terhadap
penyimpangan Etiket.
9. Departemen Informasi dan teknologi untuk
1.
Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi proses teknologi informasi di seluruh PT. Jamu Air Mancur.
2.
Mengkoordinir dan mengendalikan pemakaian, pemeliharaan perbaikan
hardware dan software.
3.
Melaksanakan perawatan dan perbaikan program pengggajian
pada SDM di seluruh Unit/lokasi.
4.
Perawatan seluruh program data resep jamu dan semua
produk PT. Jamu Air Mancur. (PT. Jamu Air Mancur, 1999:5-7)
3.1.2 Desa Wisata Samiran
3.1.2.1 Sejarah
Desa Samiran adalah
salah satu desa yang diunggulkan menjadi sebuah desa wisata alam. Di semua
tempat, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam dan kesejukan udara
pegunungan. Berbagai obyek wisata pun dapat dikujungi dengan mudah dan tanpa
biaya masuk. Oleh-oleh untuk dibawa pulang pun beraneka ragam, mulai dari
makanan khas sampai souvenir berupa pernak-pernik kerajinan tangan. Suhu
udaranya rata-rata 17º C - 20ºC.
Desa Samiran berada
di bawah administrasi Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Letaknya berada di
tengah-tengah Kecamatan Selo karena desa ini merupakan ibukotanya.
Batas-batas Desa Samiran:
Utara :
Gunung Merapi
Timur : Desa
Selo
Selatan : Gunung
Merbabu dan Desa Senden
Barat : Desa
Lencoh
Kecamatan Selo adalah salah satu kawasan
penyangga Taman Nasional Gunung Merapi dengan jumlah desa yang berbatasan
langsung dengan kawasan berjumlah 7 desa dari dari 10 desa yang ada di
kecamatan Selo. Desa-desa tersebut adalah Desa Jrakah, Lencoh, Samiran, Selo,
Tarubatang, dan Desa Jeruk. Sedangkan desa yang tidak berbatasan langsung
dengan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu diantaranya Desa Tlogo Lele, Desa
Suroteleng, dan Desa Klakah. Menurut masyarakat Jawa, karena daerah ini diapit
oleh dua gunung yang dikonotasikan membentuk celah-celah (orang Jawa menyebut
selo) sehingga daerah ini dikenal dengan nama selo.
3.1.2.2 Struktur
Terdapat struktur
organisasi pada kabupaten Boyolali sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor Tahun 2011
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Boyolali Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
1. Kepala.
2. Sekretariat terdiri dari :
a.
Sub bagian Umum dan Kepegawaian.
b.
Sub bagian Keuangan.
c.
Sub bagian Perencanaan dan Pelaporan.
3. Bidang Kebudayaan terdiri dari :
a. Seksi Kesenian,
Bahasa, dan Film.
b. Seksi Sejarah,
Nilai Budaya, dan Kepurbakalaan.
4. Bidang Pemasaran Pariwisata terdiri dari:
a. Seksi Promosi
dan Kemitraan Pariwisata.
b. Seksi Sumber
Daya Pariwisata.
5. Bidang Pengembangan Pariwisata terdiri dari:
a. Seksi Sarana
Prasarana Obyek Wisata.
b. Seksi
Pengelolaan Usaha Pariwisata.
6. Kelompok Jabatan
Fungsional.
7. UPTD.
Adapun
perincian organisasi pada desa Samiran sebagai berikut:
1. Kelompok Wanita
Tani (KWT) di desa Samiran diketuai oleh Siti Aisyah, S.E. yang beranggotakan
54 orang. Tiap anggota atau koordinat terdapat penanggung jawab masing-masing
yang terdiri dari penanggung jawab sayuran, makanan, dan pemeliharaan tanaman.
Nama pekerja yang dapat diketahui diantaranya adalah Ibu Sri lestari dan Ibu
Ismi.
2. Kelompok wanita
Samiran Asli, terdapat di desa samiran. Jumlah pekerja sebanyak 25 orang, akan
tetapi yang masih aktif sekarang tinggal 8 orang. Nama pekerja yang dapat
diketahui adalah Ibu Tukinem.
3. Usaha susu sapi. Terdapat di Desa Mekarsari.
3.1.3 Universitas Negeri Semarang
3.1.3.1 Sejarah
Universitas Negeri Semarang ( UNNES
) adalah perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Departemen
Pendidikan Nasional untuk melaksanakan pendidikan akademik dan professional
dalam jumlah disiplin ilmu, teknologi, olah raga, seni dan budaya. UNNES telah
berdiri sejak tahun 1965 di Kota Semarang.
Sejarah perkembangan Universitas Negeri
Semarang yang sebelumnya bernama IKIP Semarang telah dimulai dengan berdirinya
berbagai lembaga pendidikan guru di atas SMTA. Lembaga-lembaga pendidikan guru
tersebut adalah: Middelbaar Onderwijzer A
Cursus (MO-A) dan Middelbaar
Onderwijzer B Cursus (MO-B). Keduanya merupakan lembaga pendidikan yang
disiapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda yang bertujuan untuk menyiapkan
guru-guru SMTP dan SMTA. Kursus MO-A dan MO-B diselenggarakan di Semarang
sampai dengan tahun 1950. Dengan Peraturan Pemerintah No. 41/1950, Kursus MO-A
dijadikan Kursus B-I dan Kursus MO-B dijadikan Kursus B-II yang diselenggarakan
sampai dengan tahun 1960. Selanjutnya perkembangan UNNES dapat dilihat dari
tahapan-tahapan sebagai berikut.
1.
Periode 1960-1963 : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) dan Sekolah Tinggi Olahraga (
STO ) Tanggal
1 Januari 1961, dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan,
Pengajaran dan Kebudayaan No. 108487/S tanggal 27 Desember 1960, Kursus B-I dan
Kursus B-II diintegrasikan ke dalam Universitas Diponegoro menjadi sebuah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pada tahun 1963, Jurusan
Pendidikan Jasmani yang semula bagian dari Kursus B-II dipisah menjadi Sekolah
Tinggi Olahraga (STO) yang berdiri sendiri di bawah Departemen Olahraga.
Perubahan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Olahraga No.23 Tahun 1963
tanggal 19 April 1963.
2. Periode
1963-1965: Institut keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta cabang
Semarang.
Sementara FKIP Undip menjalankan program-program di dalam
struktur Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP), pada tahun
1962 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Pengajaran (PD
& K) didirikan pula lembaga pendidikan guru yang baru,
yaitu Instiut Pendidikan Guru (IPG) dengan fungsi dan tujuan yang sama dengan
FKIP. Untuk menghindari dualisme dalam pendiidkan guru tingkat pendidikan
tinggi, Presiden RI dengan keputusan No. 1/1963 tanggal 3 Januari 1963,
menyatukan FKIP dan IPG menjadi IKIP yang setara dengan universitas di dalam
lingkungan Departemen PTIP. Atas dasar Keputusan Presiden tersebut, Menteri
PTIP mendiirkan IKIP melalui Keputusan Menteri PTIP No. 55 tahun 1963 tanggal
22 Mei 1963. Sebagai tindak lanjutnya diterbitkanlah Keputusan Bersama Menteri PTIP dan Menteri PD&K No. 32 tahun 1964,
tanggal 4 Mei 1964 tentang penyatuan FKIP dan IPG di Jakarta, Bandung, Malang
dan Yogyakarta ke dalam IKIP. Dengan adanya penggabungan FKIP dan IPG menjadi
IKIP, sementara FKIP Undip dan FKIP Undip Cabang Surakarta dinilai belum dapat berdiri sendiri, maka
keluarlah Keputusan Menteri PTIP No. 35 Tahun 1964 tanggal 4 Mei 1964 yang
menetapkan: FKIP Undip menjadi IKIP Yogyakarta cabang Semarang dan FKIP Undip
cabang Surakarta menjadi IKIP Yogyakarta cabang Surakarta.
3. Periode
1965-1999 : IKIP Semarang
IKIP Yogyakarta cabang Semarang berkembang dengan pesat. Agar perkembangannya lebih
terarah pada masa mendatang, sambil menunggu Keputusan Presiden, Menteri PTIP
menerbitkan Keputusan Menteri PTIP No. 40 tahun 1965 tanggal 8 Maret 1965, yang
menetapkan IKIP Yogyakarta cabang Semarang menjadi IKIP Semarang yang terdiri
dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, dan Fakultas
Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Teknik.
Selanjutnya berdirinya IKIP Semarang itu diperkuat dengan Keputusan Presiden.
Melalui Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 042/O/77 tanggal 22 Februari 1977 program
pendidikan guru olahraga kembali lagi ke dalam induknya dalam wadah baru yang
disebut Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK).
Berdasarkan
Keputusan Presiden No. 52/1982, IKIP Semarang memiliki enam fakultas yaitu
Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, dan Fakultas
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.
4. Periode
1999-2007 : Universitas Negeri Semarang ( UNNES )
Dengan terbitnya Keputusan presiden Nomer
124 Tahun 1999 tentang perubahan IKIP Semarang, Bandung dan Medan menjadi
universitas, IKIP Semarang kemudian bernama Universitas Negeri Semarang yang
disingkat UNNES. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.
278/O/1999 tentang organisasi dan tata kerja Unnes dan No. 255/O/2000 tengang
statuta UNNES, nama-nama fakultas di lingkungan UNNES adalah: Fakultas Ilmu
Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan
Program Pascasarjana.
Berdasarkan surat
ijin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 1850/D/T/2006, tanggal 6
Juni 2006 dan Surat Keputusan Rektor UNNES nomor 59/O/2006 tanggal 8 Juni 2006,
berdirilah Fakultas Ekonomi (Swadaya) yang diresmikan pada tanggal 29 Juni 2006
oleh Rektor Unnes. Berdasarkan surat ijin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. …/D/T/2007,
maka dibentuklah Fakultas Hukum UNNES yang diresmikan oleh Rektor UNNES pada
tanggal 14 Desember 2007.
Berdirinya dua
fakultas baru tersebut, maka saat ini UNNES mengelola delapan fakultas dan satu
program pascasarjana. Dari delapan fakultas itu salah satunya Fakultas
Matematika dan Ilmu Alam, dalam fakultas Ilmu Alam terdapat Jurusan Biologi.
Jurusan biologi Universitas Negeri Semarang terdapat 3 lantai dan 13
Laboratorim diantarnya Laboratorium Biokimia, Mikrobiologi, Fisiologi Tumbuhan,
Anatomi dan jaringan, Biomolekuler, Mikroteknik, Kultur jaringan, Fisioligi
Hewan, Ekologi, Morfologi Taksonomi Tumbuhan, Taksonomi Hewan, Genetika, dan
Lab Riset.
3.2 Deskripsi
Usaha-usaha dan Produk dalam bidang Biologi
3.2.1 PT Air Mancur
3.2.1 Produk Yang Dihasilkan
1. OHT ( Jamu,
Ekstrak )
a. Untuk wanita
b.
Untuk pria
c.
Untuk pria & wanita
d.
Untuk obat dalam
e.
Untuk obat luar
f.
Untuk anak
2. Kosmetika yaitu
produk kosmetik
( bedak, lulur, mangir )
3. Makanan &
Minuman yaitu minuman kesehatan ( madu, dll )
4. Jamu bersalin
selapan.
5. Herbal alami
klinbat.
3.2.2 Perkembangan
Bisnis
1.
Pengembangan Obat Tradisional ( Obat Herbal Terstandar & Fitofarmaka )
2.
Memberikan setiap kantor cabang masing-masing
kepala bagian memiliki perencanaan sendiri.
3.
Pedoman dan standar jaminan mutu (penetapan syarat
keamanan, khasiat dan kualitas), serta jaminan halal.
4.
Mengupayakan ketersediaan produk Obat Herbal Terstandar
dan keterjangkauan bagi masyarakat.
5.
Memasyarakatkan manfaat terapiotik Obat Tradisianal (
Obat Herbal Terstandar ) bagi konsumen / para pelanggan.
3.2.3 Kriteria dalam Pengembangan
Pengembangan
Produk Air Mancur, kearah yang dibutuhkan oleh konsumen / pasar potensialnya, misalnya :
1.
Produk berupa sediaan yang menarik ( jamu , kapsul,
tablet ,pil efervessen dll ), serta
rasanya enak dan tidak terkesan pahit.
2.
Produk harus terstandar dan acceptable.
3.
Develop Good and reliable
product especially “extraction base products”
4.
Kecepatan menghasilkan produk baru yang inovatif.
3.2.4 Pusat Produksi PT. Air Mancur
1. Penelitian Dan Pengembangan (R
& D)
Bagian-bagian: Minuman
Kesehatan, Jamu, Ekstrak dan Kosmetik
Fungsi R&D: bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh kegiatan
penelitian dan pengembangan, dan prosedur pembuatan (pengolahan dan pengemasan batch).
Tugas dan tanggung jawab utama :
1.
Ketersediaan metode riset
2.
Penelitian dan pengembangan produk baru
3.
Meluluskan, menolak, atau proses ulang pelaksanaan
percobaan produk baru pada skala pilot plan.
4.
Mengawasi riset apakah sudah sesuai dengan metode
risetnya
5.
Menganalisa kegagalan pengembangan produk baru,
mendiskusikannya dengan bagian terkait.
6.
Evaluasi dan penetapan standarisasi proses pegolahan dan
pengemasan Laboratorium R&D,
terdiri dari:
a)
Lab Kosmetik: tempat research dan pengembangan
produk-produk kosmetik skala Lab dan formulasi sedian-sediaan kosmetik baik
produk baru atau pengembangan produk existing.
b)
Lab Obat Luar: tempat research dan pengembangan
produk-produk Obat Luar skala Lab dan formulasi sedian Obat Luar baik produk
baru atau pengembangan produk existing.
c)
Lab Jamu: tempat research dan pengembangan produk-produk
Jamu skala Lab dan formulasi sedian-sediaan Jamu baik produk baru atau
pengembangan produk existing.
d)
Lab Ekstraksi: tempat research dan pengembangan
produk-produk ekstrak baru atau ekstrak existing Skala Lab.
e)
Lab Minkes: tempat research dan pengembangan
produk-produk Minuman Kesehatan skala Lab dan formulasi sedian-sediaan Minuman
Kesehatan baik produk baru atau pengembangan produk existing.
f)
Lab Central
Instrument: Lab tempat pemeriksaan analisis sampel bahan atau produk (kualitatif atau kuantitatif),
stabilitas produk baru dan pengembangan.
g)
Lab Farmakologi: Lab pemeriksaan efektivitas produk baru
atau produk pengembangan dengan menggunakan sample hewan uji
Laboratorium Quality
Control terdiri dari:
1.
Laboratorium Farmakognosi
Pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mutu bahan baku contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang akan dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang ditawarkan dan kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur (SAM). Pemeriksaan menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan rasa dan pemeriksaan makroskopis dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan dapat melihat konsentrasi dalam bahan. Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah distandarisasi, bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan mikroskop bentuk fisik dan konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium Farmakognosi menentukan bahan baku dan bahan setengah jadi secara fisik apakah sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji farmakognosi untuk dilakukan proses produksi jamu. Tugas lainnya adalah membuat herbarium basah dan kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar baku PT. Air Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari segi botani kultur teknis. Fungsi Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke arah sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.
Pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mutu bahan baku contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang akan dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang ditawarkan dan kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur (SAM). Pemeriksaan menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan rasa dan pemeriksaan makroskopis dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan dapat melihat konsentrasi dalam bahan. Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah distandarisasi, bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan mikroskop bentuk fisik dan konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium Farmakognosi menentukan bahan baku dan bahan setengah jadi secara fisik apakah sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji farmakognosi untuk dilakukan proses produksi jamu. Tugas lainnya adalah membuat herbarium basah dan kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar baku PT. Air Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari segi botani kultur teknis. Fungsi Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke arah sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.
2. Labortorium
Fitokimia
Pengawasan
bahan baku oleh laboratorium ini yaitu memeriksa kadar zat yang terkandung
dalam simplisia secara destruksi, destilasi dan ekstraksi atau sesuai dengan
prosedur penetapan sesuai spesifikasi dari masing-masing bahan. Kadar zat yang
diperiksa diantaranya adalah kadar tanin, minyak atsiri, minyak lemak,
alkaloid, kumarin, kurkumin, dsb. Pemeriksaan kuantitatif untuk bahan baku di
laboratorium fitokimia yaitu memastikan kandungan kadar dari simplisia yang
sudah distandarisasi sesuai dengan SAM, pemeriksaan di laboratorium ini
dilakukan secara reaksi kimia. Pemeriksaan untuk bahan setengan jadi termasuk
kontaminasi oleh logam berat, kadar air dan kadar abu. Tugas lain meliputi
penentuan berat jenis, rotasi optik, indeks bias, pH zat berkhasiat dari bahan
baku serta menetapkan kadar bahan pembantu.
3. Laboratorium Mikrobiologi
Pemeriksaan
meliputi : Khasiat bahan baku obat tradisional dan produk (uji sensitivitas),
Angka Lempeng Total, Angka Kapang Khamir, Mikroba patogen negatif, Stabilitas
produk, Pemeriksaan produk baru untuk pendaftaran ke POM; Penelitian R&D.
4. Laboratorium Fabrikasi
Laboratorium sebagai pusat keluar
masuk bahan yang akan diperiksa. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian
nomor batch, kode produksi setelah bahan diperiksa sesuai spesifikasi
masing-masing di laboratorium pengawasa mutu dan telah ditandai kelolosan uji.
Pemeriksaan untuk produk bentuk serbuk yaitu memeriksa derajat kehalusan
memakai cara pengayakan mess 120 atau sesuai spesifikasi serbuk yang dianalisa.
Memeriksa derajat kehalusan serbuk, sifat serbuk dalam penyeduhan dan serbuk
yang berlendir dalam jangka waktu tertentu. Untuk produk dalam bentuk kapsul,
tablet, pil, obat luar dalam bentuk padat dilakukan uji waktu hancur, uji
kekerasan dan keseragaman bobot. Tugas lainnya antara lain memeriksa dan ikuti
mengawasi kandungan zat aktif berkhasiat dalam produk dan menentukan tanggal
kadaluarsa untuk uji stabilitas. Yang dilakukan lainnya yaitu stabilitas
kemasan, pemeriksaan stabilitas fisik dari produk baru yang akan diproduksi.
Laboratorium fabrikasi berfungsi sebagai tempat menyimpan arsip, mencocokkan
tiket atau kemasan sesuai SAM (Standar Air Mancur), membuat proses verbal dari
arsip laboratorium produk jamu yang akan dimusnahkan.
5. Laboratoium In Process Control
(IPC)
Pemeriksaan
meliputi: Kebersihan mesin dan peralatan produksi; Menyiapkan bahan anti
bakteri untuk pencucian bahan baku, Kontrol temperatur oven dan waktunya.
Kebenaran penyimpanan dan penandaan bahan baku yang bersih, Kebenaran penimbangan bahan, Kebenaran alur
proses produksi, Kebenaran proses giling, mixing,
dan ayak (jamu serbuk), Kontrol kadar air, Kebenaran granulasi dan ayak,
Kebenaran temperatur oven dan waktu, Kebenaran nomor batch, Kebenaran pemasangan
nomer batch, Kebenaran filling, Kebenaran sealing kemasan, Keseragaman bobot,
Tes kebocoran kemasan, Kebenaran jumlah pengepakan di inner dos, renteng, dan
master box.
3.2.2 Desa Wisata Samiran
Beberapa produk yang dihasilkan dari desa Samiran dalam bidang
biologi diantaranya :
1. Susu sapi perah
2. Krupuk susu
3. Stik susu
4. Es susu
5. Stik brokoli
6. Stik golden mama
7. Dodol susu
8. Stik adas
9. Stik buah naga
Beberapa usaha yang
dikelola oleh desa Samiran dalam bidang biologi
antara lain:
1. Perkebunan beberapa tanaman seperti golden
mama, adas, brokoli, wortel, buah naga, dsb
2. Peternakan sapi perah susu
3. Penjualan beberapa produk yang dihasilkan ke
beberapa luar kota.
3.2.3 Universitas Negeri Semarang
Universitas Negeri Semarang memiliki 13
Laboratorium Biologi yaitu :
1. Laboratoruim
Biokimia
Laboratorium Biokomia terdapat pada lantai 1,
Laboratorium ini tidak hanya digunakan oleh jurusan biologi saja, akan tetapi
juga digunakan oleh jurusan kimia. Lab Biokimia mempunyai alat dan bahan yang lengkap diantarnya terdapat
alat Spektrofotometer, Sentrifuge, Oven, pH meter, Lemari asam, Lemari penyimpanan alat dan bahan
baik yang bersifat berbahaya ataupun tidak, dan Rotary vacuum
Evaporator. Laboratorium ini
biasanya digunakan untuk kegiatan penelitian mengenai uji kandungan-kandungan
zat kimia yang terdapat pada makanan, pembuatan ekstraksi, dan lain-lain yang
penelitiannya berkaitan tentang biologi dan kimia.
2. Laboratorium
Mikrobiologi
Laboratorium
mikrobiologi terdapat alat-alat yang digunakan jika melakukan penelitian di lab
ini diantaranya Autoclave, alat-alat gelas, Hot plate, Oven Inkubator,
Timbangan Analitik, Ph meter, dan Laminar air flow. Laboratorium ini biasanya
digunakan untuk penelitian mengenai pengamatan hal-hal yang bersifat
mikroskopis, sterilisasi dan lain-lain.
3. Fisiologi
Tumbuhan
Laboratorium fisiologi tumbuhan biasanya digunakan dalam pembuatan
herbarium dan penyimpanan hasil herbarium. Alat dan bahan yang terdapat pada
laboratorium ini diantaranya alat-alat gelas, hasil herbarium, alat-alat
herbarium, dan sentifuge.
4. Anatomi dan
jaringan
Laboratorium
ini digunakan dalam mempelajari struktur makroskopis dan mikroskopis manusia.
Alat yang terdapat pada laboratorium ini diantaranya mikroskop, dan alat-alat gelas.
5. Biomolekuler
Laoratorium
ini biasanya digunakan dalam kegiatan pengamatan bersifat molekukuler misalnya
gen,DNA, protein dan lain-lain. Alat dan bahan yang terdapat pada laboratorium
ini adalah mikroskop
6. Mikroteknik
Laboratorium
ini digunakan dalam pembuatan preparat dan kegiatan-kegiatan yang memakai
alat-alat yang terdapat didalamnya. Alat-alat tersebut adalah tissue processing, embedding, mikrotom, dan
stener.
7. Kultur jaringan
Laboratorium
ini biasanya digunakan dalam pembuatan kulturatau pembiakan organisme. alat
yang terdapat didalamnya diantaranya Laminar air flow, Oven, autoclave, dan pH meter.
8. Fisiologi Hewan
Laboratorium ini digunakan dalam
mempelajari fungsi dasar dan mekanisme kerja alat-alat tubuh hewan dalam
kondisi normal misalnya jaringan, sel dan lain-lain. Alat-alat yang terdapat
dalam lab ini diantarnya mikroskop.
9. Ekologi
Laboratorium
yang mengembangkan studi dan penelitian
berkaitan dengan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya hayati darat, pesisir,
dan laut serta potensi dalam perubahan lingkungan.
10. Morfologi
Taksonomi Tumbuhan
Laboratorium ini digunakan dalam penelitian
mengenai struktur luar serta pengelompokan tumbuhan berdasarkan strukturnya.
11. Taksonomi Hewan
Laboratorium yang digunakan sebagai penelitian
dalam pengelompokan hewan berdasarkan struktur morfologi, anatomi maupun
fisiologinya.
12. Genetika
Laboratorium
genetik yang digunakan sebagai penelitian genetik atau pewarisan sifat.
13. Lab
Riset
Laboratorium ini merupakan laboratorium yang baru didirikan dan
merupakan laboratorium khusus dalam melakukan penelitian. Dikatakan khusus
karena laboratorium ini hanya dilakukan oleh para dosen dan juga mahasiswa dalam
penelitian mengenai basa nitrogen, protein dan lain-lain.
3.3 Kelebihan dan Kekurangan Daerah Kunjungan
3.3.1 PT Air Mancur
3.3.2.1 Kelebihan PT Air Mancur
Kelebihan PT Air Mancur diantaranya:
1.
Memiliki perlengkapan dan peralatan usaha yang modern.
2.
Produk yang dihasilkan memiliki kwalitas yang tinggi
sehingga dapat mudah diterima oleh masyarakat.
3.
Memiliki tenaga ahli yang berkompoten di bidang
masing-masing dalam produksi jamu PT Air Mancur.
4.
Terdapat uji kadar toxic sehingga hasil dari jamu dapat
dipercaya kualitasnya.
5.
Terdapat sistem pembuangan limbah.
3.3.1.2 Kekurangan PT Air Mancur
Kekurangan dari PT Air Mancur tidak diketahui karena dalam kunjungan,
mahasiswa tidak diperbolehkan melihat produksi secara langsung.
3.3.2 Desa Wisata
Samiran
3.3.2.1 Kelebihan Desa Wisata Samiran
Kelebihan Desa wisata Samiran diantaranya:
1. Adanya inovasi dan kreativitas dari beberapa
warga untuk memanfaatkan sumberdaya lokal yang digunakan sebagai sarana bisnis.
Sumberdaya lokal yang digunakan berupa beberapa produk dari perkebunan beberapa
tanaman dan peternakan sapi perah.
2. Dapat menyadarkan masyarakat sekitar khususnya
dan pendatang dari luar pada umumnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat yang
diolah menjadi berbagai jenis produk.
3. Dapat memberdayakan warga sekitar untuk lebih
mengenal wirausaha sehingga pekerjaan sehari-hari tidak hanya bergantung pada
bidang pertanian saja. Khususnya pada kaum wanita yang umumnya dikatakan bahwa
selalu bergantung pada laki-laki, namun wanita juga bisa untuk berkontribusi
dalam kegiatan wirausaha.
4. Beberapa dari wilayah daerahnya sangat baik
untuk digunakan bercocok tanam karena berdekatan dengan gunung sehingga
tanahnya subur.
3.3.2.2 Kekurangan
Desa Wisata Samiran
Kekurangan desa Wisata Samiran, diantaranya :
1. Pengelolaan usaha untuk menghasilkan
berbagai produk masih menggunakan alat-alat tradisional dan belum mencukupi
kebutuhan sehingga kurang efisien dan belum maksimal.
2. Usaha yang dilakukan masih menggunakan home
industry sehingga kurang terorganisir.
3. Jauh dari wilayah pusat perkotaan sehingga
dalam distribusi produk nya sangat terbatas.
4. Kendaraan pengiriman produk pesanan untuk
luar daerah masih belum terkendali dan kurang memadai .
3.3.3 Universitas Negeri Semarang (UNNES)
3.3.3.1 Kelebihan Laboratorium UNNES
Kelebihan laboratorium UNNES, diantaranya :
1.
Tempat luas
2.
Memiliki 13
laboratorium dengan kelengkapan fasilitasnya.
3.
Usaha penjualan
herbarium basah maupun kering.
4.
Memiliki
beberapa koleksi herbarium.
5.
Memiliki kebun
bahan praktikum yang luas.
3.3.3.2
Kekurangan
Laboratorium UNNES
Kekurangan laboratorium UNNES, diantaranya :
1.
Kebersihan dan kerapian kurang tertata.
2.
Kemampuan mahasiswanya yang masih minim.
3.
Pencahayaan dan ventilasi udara kurang baik.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan
pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
(1) Hasil KKL yang telah dilakukan di beberapa tempat, meliputi
PT Air Mancur yang merupakan perusahaan jamu yang sangat kompeten terhadap mutu dan keamanan produk
yang dihasilkan, dan
pertama
kali didirikan pada tanggal 23 Maret 1963, kemudian Desa Wisata Samiran boyolali
yang merupakan desa wisata yang terletak diantara dua gunung yaitu gunung
merapi dan gunung merbabu, dan di Laboratorium UNNES yang memiliki 13
laboratorium sesuai bidangnya.
(2) Produk-produk
yang dihasilkan dalam bidang biologi pada PT Air Mancur diantaranya jamu,
madu, bedak, dan salep. Beberapa produk
dari Desa Wisata antara lain Stik, Pangsit, krupuk, dan susu sapi murni. Pada
laboratorium UNNES menghasilkan usaha yang berupa pendistribusian hasil
herbarium.
(3) Kelebihan
dari beberapa tempat yang dikunjungi pada KKL adalah Kelebihan PT Air Mancur diantaranya:
Memiliki perlengkapan dan peralatan usaha yang modern,
Produk yang dihasilkan memiliki kwalitas yang tinggi
sehingga dapat mudah diterima oleh masyarakat, Memiliki tenaga ahli yang berkompoten di bidang
masing-masing dalam produksi jamu PT Air Mancur, Terdapat uji kadar toxic sehingga hasil dari jamu dapat
dipercaya kualitasnya,
Terdapat sistem pembuangan limbah.
Dan Kelebihan Desa wisata Samiran
diantaranya Adanya inovasi dan kreativitas dari beberapa warga untuk memanfaatkan
sumberdaya lokal yang digunakan sebagai sarana bisnis. Sumberdaya lokal yang
digunakan berupa beberapa produk dari perkebunan beberapa tanaman dan
peternakan sapi perah, Dapat menyadarkan masyarakat sekitar khususnya dan pendatang dari luar pada
umumnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat yang diolah menjadi berbagai jenis
produk,
Dapat memberdayakan warga sekitar untuk lebih mengenal
wirausaha sehingga pekerjaan sehari-hari tidak hanya bergantung pada bidang
pertanian saja. Khususnya pada kaum wanita yang umumnya dikatakan bahwa selalu
bergantung pada laki-laki, namun wanita juga bisa untuk berkontribusi dalam
kegiatan wirausaha, Beberapa dari wilayah daerahnya sangat baik untuk digunakan bercocok tanam
karena berdekatan dengan gunung sehingga tanahnya subur.
Sedangkan kelebihan dari laboratorium
UNNES, diantaranya
Tempat luas, Memiliki 13 laboratorium dengan kelengkapan fasilitasnya, Usaha
penjualan herbarium basah maupun kering, Memiliki beberapa koleksi herbarium,
Memiliki kebun bahan praktikum yang luas.
Kekurangan dari PT
Air Mancur tidak diketahui karena dalam kunjungan, mahasiswa tidak diperbolehkan
melihat produksi secara langsung.
kemudian Kekurangan desa
Wisata Samiran, diantaranya Pengelolaan usaha untuk menghasilkan berbagai produk
masih menggunakan alat-alat tradisional dan belum mencukupi kebutuhan sehingga
kurang efisien dan belum maksimal, Usaha yang dilakukan masih menggunakan home industry
sehingga kurang terorganisir, Jauh dari wilayah pusat perkotaan sehingga dalam distribusi
produk nya sangat terbatas, Kendaraan pengiriman produk pesanan untuk luar daerah
masih belum terkendali dan kurang memadai. Sedangkan Kekurangan
laboratorium UNNES, diantaranya Kebersihan
dan kerapian kurang tertata, Kemampuan mahasiswanya yang masih minim, Pencahayaan
dan ventilasi udara kurang baik.
4.2 Saran
Kegiatan KKL mahasiswa jurusan biologi perlu dikembangkan
lagi untuk kedepannya. Sehingga semakin banyak ilmu yang didapatkan dari
lingkup luar maka diharapkan untuk dapat memanfaatkan ilmu yang telah
diperoleh.
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. PT
Airr Mancur
Gambar 2. Jamu sehat perempuan Gambar 3. Jamu bersalin lengkap
Gambar 4. Jamu kalinbat Gambar 5. Sehat dan segar
jamu anak
Gambar 6.
Mustika ayu Gambar 7.
Jamu tujuh angin
Gambar 8. Jamu sakit
pinggang Gambar 9. Jamu param
encok
Gambar
10. Galian singset Gambar 11.
Jamu pilek
Gambar 12.
Mustika ayu 1 Gambar 13. Jamu napsu makan
Gambar 14.
Pram beras kencur Gambar 15. Galian Parem
Gambar 16.
Sariawan usus
Tidak ada komentar :
Posting Komentar